Rabu, 08 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Metropolis     Arsip Berita    Buku tamu         
LOGIN   |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
   
Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:00

 

 SINGKAWANG—Pembangunan Patung Naga Kota Singkawang, Jumat (5/11), menyedot perhatian warga Kota Singkawang. Sejumlah besar massapun akhirnya mendatangi dan "mengepung" Patung Naga setengah jadi itu dari berbagai sudut. Massa berbondong-bondong mendatangi Patung Naga hanya untuk melihat dan menonton aksi yang bakal terjadi di lokasi tersebut. Pasalnya, ada rencana dari FPI, FPM dan Aliansi LSM hendak merobohkan patung naga di Jalan Kempol Mahmud – Jalan Niaga. Namun harapan massa untuk melihat rencana itu tidak kesampaian, demikian juga rencana merobohkan patung naga tersebut. Niat merobohkan patung naga itu berhasil diredam oleh aparat kepolisian.

Pagi hari sebelum masuk waktu salat Jumat, suasana di lokasi patung naga setengah jadi itu berdiri tampak lengang. Tidak ada lagi para pekerja yang melakukan tugasnya meneruskan pembanguan patung yang menuai polemik ini. Arus lalu lintas masih tampak tenang. Di empat sudut jalan, toko-toko masih buka. Kendati demikian, isu perobohan patung naga yang disumbang oleh seorang pengusaha kepada pemerintahan Kota Singkawang ini, ternyata sudah sampai ke telinga warga sekitar. Apalagi, kabar itu tersiar melalui media cetak yang ada di Singkawang, sehingga meluas ke masyarakat lainnya.

"Saya tahu dari koran, katanya patung naga ini mau dirobohkan hari ini (kemarin)," kata Rina kepada Pontianak Post kemarin. Lalu kepolisian pun tak tinggal diam. Sejak pagi, mereka sudah mondar-mandir di sekitar lokasi. Beberapa diantaranya mengenakan pakaian sipil. Puncak tumpahnya massa ke jalanan terjadi, setelah selesai salat Jumat.

Sejumlah besar massa sudah berkumpul di sekitar patung. Baik yang datang dengan menggunakan kendaraan bermotor, sepeda maupun jalan kaki. Bercampur baur mulai anak-anak, orang dewasa, wanita maupun pria. Mereka pun seolah tidak memperdulikan efek negatif jika terjadi gesekan, malah massa semakin antusias. Kerumunan massa yang semakin membludak, membuat pihak kepolisian pun tampak sibuk."Tadi saya lihat (mereka) sudah berkumpul di Masjd Raya," kata warga yang ingin melihat langsung dirobohkannya patung naga setengah jadi itu. Kemudian, sekitar pukul 13.15 WIB, pawai kendaraan roda dua dan satu unit mobil, muncul memasuki Jalan Sejahtera. Dengan pengeras suara mereka melakukan orasi di jalan. Ternyata itu adalah massa FPI, FPM dan Aliansi LSM.

Mereka berjalan menuju patung naga. Namun, sebelum memasuki tikungan terakhir menuju lokasi patung, Satuan Brimob dengan tameng melakukan barikade. Massa tak bisa masuk. Mereka hanya melakukan orasi. Dalam orasinya, mereka menyebut aksi yang dilakukan ini bersifat damai, dan tidak akan berbuat anarkis. "Selama ini kita hidup harmonis, rukun antar sesama suku dan agama apapun di Singkawang. Tapi kehadiran patung naga ini telah mengusik kerukunan kita," teriak ketua DPW FPI Kota Singkawang Yudha R Hand di atas kendaraan pick up .

Sontak saja, kerumunan massa yang menonton semakin mendekat. Toko-toko di sekitar lokasi tutup. Setelah lama berorasi, kepolisian kemudian melakukan negosiasi dengan perwakilan dari massa. Setelah negosiasi secara damai dilakukan, disepakati keputusan akhir setelah adanya hasil pertemuan di Pemerintahan Kota Singkawang, antara pihak pemkot, kepolisian dan perwakilan massa. Massa pun menyetujui. Lalu mereka dengan tenang melakukan orasi. Di sekitar patung naga, polisi terus berjaga-jaga. Ramainya massa yang tumpah ke jalanan, membuat kepolisian meminta mereka mundur. "Bagi yang tidak ada kepentingan bubar," kata seorang anggota polisi berteriak.

Tapi, massa penonton tidak perduli. Baru saja diingatkan mereka kembali lagi. Lama berada di lokasi, sementara hasil pertemuan belum juga didapatkan, massa pun kemudian menuju pemkot Pontianak. Perlahan-lahan massa yang menonton juga meninggalkan lokasi dengan tertib. Yang tertinggal hanyalah sampah sisa gelas air mineral yang merusak pemandangan kota peraih adipura ini.

Terhenti

 

Lebih dari dua jam aktifitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi patung naga terhenti. Pemilik toko, lebih memilih menutup tempatnya berjualan, karena khawatir resiko yang tidak diinginkan. "Bagaimana mau buka, kalau ada apa-apa siapa yang mau tanggung," kata salah seorang yang berada di sebuah toko.

"Saya mau beli bahan bangunan kesini tapi sudah tutup," kata seorang pria kepada

Pontianak Post.

Mereka lebih banyak menyaksikan dari lantai dua ruko mereka. Terlebih, dari kerumunan massa, banyak yang mengabadikan momen ini dengan handphone, kamera bahkan handycam.

Di sekitar lokasi, banyak terdapat counter handphone, warung kopi, hotel, toko elektronik dan toko bangunan serta toko pakaian, yang tidak bisa berdagang sementara.

 

Sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi jalan kembali normal. Polisi pun terlihat masih berjaga-jaga. Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih terus memantau situasi di lokasi. (ody/zrf)

 
putera borneo Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:57
AKSI DAMAI,BOLEH2 SAJA.TAPI JANGAN KOTORI ANARKIS,DIBUMI BORNEO INI.
Kevin Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:57
Ada2 saja!!!
ROBERT WONG Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:57
KALAU YG MELAKUKAN KEHENDAK SENDIRI/ANARKIS INI TDK BISA PEMBIARAN,APARAT MESTI PRO AKTIF BERTINDAK,KARENA ASET INI BUKANLAH MENGGANGGU KETERTIBAN UMUM,INI SDH ,SEHINGGA MASALAH KECIL TIDAK PERLU MESTI MENURUNKAN MASSA,DIINGATKAN LAGI BAGI PIHAK2 YG KURANG SENANG,JANGAN KACAUKAN SKW YG SANGAT KONDUSIF DARI KERIBUTAN WALAUPUN AKSI INI DAMAI DAN PERLU DIWASPADAI,PENYUSUPAN PROVOKATOR!!!!
Peter Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:57
FPI ? Cape dehh.....
A.Oyent Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:57
Sepengetahuan saya keberadaan pendirian Patung Naga di Singkawang tidak memiliki unsur-unsur yang mengarah pada pengusikan kerukunan antar umat beragama.Jadi mengapa harus diusik keberadaannya?
AROGANSI FPI Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:57
Polemik pembuatan patung Naga bisa kita terima karena ada faktor koridor hukum yg belum jelas. Tetapi rencana FPI yg akan menghancurkannya, sungguh arogansi yg keterlaluan. Masyarakat tidak perlu menerima kehadirannya karena di awal pembentukannya pun sudah memancing perpecahan umat dan etnis. Saya khawatir kehadiran mereka diboncengi oleh pihak yg tidak puas dengan konflik masa lalu.
Beberapa hal yg bisa dijadikan pembanding kasus ini adalah :
* Masyarakat Bali yg dominan Hindu, membuat patung Wisnu Kencana, Barata, dll di tempat-tempat umum dan perempatan jalan dan itu menjadi daya tarik turis yang mencerminkan kekhasan daerahnya. Kenapa FPI tidak ke sana dan menghancurkannya? Tidak bolehkah masyarakat Singkawang yg dominan Chinese membangun sesuatu yg bersifat khas dengan tujuan wisata?
* Jalan protokol di Kota Serang, Banten dipenuhi hiasan lampu dan ornamen Islam, bahkan di tiap tiang listrik terdapat hiasan lampu dengan tulisan-tulisan Arab dengan kondisi yang mencolok. Kalau ornamen keagamaan yang sesuai dengan paham mereka boleh dipasang di mana-mana, kenapa ornamen dari pihak lain harus dihancurkan? Fanatisme yang egoistik!
* Untuk urusan hal-hal yang melawan hukum (perjudian/prostitusi/dll) biarlah negara yang urus. Masalah kepercayaan dan religi harus dikembalikan ke intern masing-masing.
* Ormas yang bersifat main hakim sendiri adalah PERBUATAN MELAWAN NEGARA.
* Saudara-saudaraku yang MUSLIM, semoga tidak terpancing dengan tindakan FPI yang cenderung provokatif.
jaya Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:57
ketua fp iblis anjing si yudha itu ngada2 aja,itu cma ptng kapn bsa ngusik2 kerukunan hidup org..bodoh sekali pikirannya..mana bisa maju indonesia,kalo pikiran n tindakan kayk teroris semoga kau msk neraka jahanam.....
Mampus kau fpi Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:57
Mampus kau fpi mending kmu pulang ngentot aj mash ad nyamannye dri kau usik ketentraman org skw.
seniman singkawang Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:57
idih hari gini berantem malu lagi ama semut!!!dari pada berantem mendingan bersama sama mikiran bangsa ini gaimana bisa maju.gituloh
Barcunda kulin Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:57
Bagi pengacau keamanan skwg,bila aparat tak mampu atasi kami yg akan,terapkan hukum rimba" NGAYAU yg bikin keonaran dibumi skw ini terutama buat ormas yg menyulut bara api dibumi skw! INGAT......!!!!
FIRST BACK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NEXT LAST [10 Page(s)]
 
(99) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    Z2A9Y
   
 
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
SUDAH tiga kali saya Idul Fitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. D ...
Other
 
   
Home Utama Senyum Simpol Metropolis Politik Ekonomi Hiburan Kalbar Olahraga Teknologi Agama Rubrik