SAMBAS – Kepemimpinan perempuan dalam sebuah lembaga masih lemah. Hal ini dikemukakan Hermawansyah dari Lembaga Gemawan. “Posisi kaum hawa di lembaga tidak kuat, karena dinilai kurang mampu membuat sebuah keputusan,” katanya kemarin.Ia mengemukakan bukan hanya keberadaan perempuan di berbagai lembaga sedikit tetapi banyak kalangan menilai kemampuan sumber daya manusia juga kurang. Dikatakannya, persoalan ini harus ditepis.
“Sebenarnya perempuan mempunyai kemampuan sama dengan laki-laki. Karena berbagai faktor sehingga mereka sering kali tersisihkan,” ungkapnya.Wawan sapaan akrabnya menyebutkan salah satu faktor mempengaruhi adalah agama. Ia menyebutkan dalam Islam bahwa pemimpin adalah laki-laki. Namun, katanya, ketika isu keseteraan gender terus digulirkan faktor ini mulai meredup.“Faktor berasal dari adat istiadat serta budaya masyarakat. Masyarakat yang memegang teguh adat sangat sulit untuk menerima perempuan sebagai pemimpin di kelompok mereka,” jelasnya.Ia mengatakan Lembaga Gemawan berusaha membangun kemampuan kelompok-kelompok perempuan yang berada di pada pemerintahan desa. Menurutnya, ada 23 anggota BPD dan satu orang kepala desa dari perempuan di Kabupaten Sambas diharapkan bisa memberi warna dalam pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan desa.
“Bila melihat kabupaten lain, cukup banyak kepala desa adalah orang perempuan. Tentunya, hal ini dapat dicontoh perempuan yang ada di Kabupaten Sambas dalam meningkatkan karya serta kemampuan mereka memimpin,” tutur Wawan.Calon anggota DPD dua kali ini mengemukakan memang sulit membuka wawasan kaum perempuan menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, perlu terobosan dan pendampingan yang berkelanjutan.“Mudah-mudahan dengan dorongan dalam pelatihan yang terus kami giatkan, kaum perempuan di Kabupaten Sambas mampu bangkit untuk memimpin. Sehingga kesetaraan gender dapat terwujud,” harapnya. (riq)