Jum'at, 10 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Metropolis     Arsip Berita    Buku tamu         
LOGIN   |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
   
Jum'at, 30 Juli 2010 , 09:46:00

MANDOR –Operasi PETI Kapuas 2010 digelar. Operasi  inipun berlaku bagi jajaran Polres, tanpa terkecuali di Polres Landak. Rabu (28/7) Polres setempat mulai menggelar operasi tersebut. Sasaran pertama yakni di Kecamatan Mandor yang terkenal banyak praktek PETI, tepatnya di Sungai Tengkorak. Operasi tersebut dipimpin Wakapolres Landak Kompol Nicodemus Acen. Tim penertiban yang terdiri dari 50 personil Polres Landak dan Polsek Mandor serta di backup aparat Kecamatan Mandor, Koramil Mandor, aparat Pemerintah Desa dan FKPM Mandor, harus berjalan kaki sejauh 7 Km menyusuri jalan setapak menuju lokasi PETI. Namun operasi PETI yang dilakukan Polres Landak ini sepertinya sudah bocor. Sebab ketika tim penertib tiba dilokasi PETI, tidak ada satu orangpun pekerja PETI yang melakukan aktivitasnya. Tim penertiban hanya menyita 2 unit mesin dompeng yang kemudian diamankan ke Polres Landak sebagai barang bukti.

Ketika ditemui Kamis (29/7) di kantornya, Wakapolres Landak Kompol Nicodemus Acen mengatakan pada hari yang sama, jajaran Polda juga melakukan operasi yang sama di Kabupaten Bengkayang. Demikian juga dengan jajaran Polres se Kalbar. “Jadi apa yang sudah diprogramkan dalam operasi penertiban PETI tersebut, tentu harus kita laksanakan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan,” ujarnya.Dijelaskan mantan Kabag Bina Mitra Polres Landak ini, memang tidak semua Kecamatan se Landak yang menjadi sasaran Operasi PETI Kapuas 2010 ini. Operasi ini lebih difokuskan ke Kecamatan yang terdapat praktek PETI.

“Kalau di Landak inikan yang sudah kita ketahui dari dulu seperti di Kecamatan Mandor, kemudian di Kecamatan Ngabang, Jelimpo, Mempawah Hulu, Menjalin dan Kecamatan Menyuke,” katanya. Ia menambahkan, hasil Operasi PETI Kapuas 2010 ini nantinya akan dilaporkan ke Polda Kalbar.Ditanya apakah sebelum melakukan operasi penertiban, Polres Landak sudah mengadakan pendekatan dengan masyarakat, ia mengatakan hal tersebut memang sudah dilakukan jajarannya. “Kita sudah memberikan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya para pelaku PETI. Setelah itu barulah kita melakukan operasi penertiban. Operasi penertiban inipun akan terus kita lakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ucapnya. (wan)

 
alam Jum'at, 30 Juli 2010 , 09:47:36
percuma saja di razia, buang2 uang negara saja tanpa di raziapun peti habis sendiri! karna udah telat keburu lokasi pertambangan hbs! lagian yg membocorkan razia pasti aparat setempat!
 
(1) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    U0T9J
   
 
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
SUDAH tiga kali saya Idul Fitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. D ...
Other
 
   
Home Utama Senyum Simpol Metropolis Politik Ekonomi Hiburan Kalbar Olahraga Teknologi Agama Rubrik