Rabu, 08 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Metropolis     Arsip Berita    Buku tamu         
LOGIN   |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
   
Jum'at, 30 Juli 2010 , 10:07:00

PENGUSAHA di Kabupaten Kubu Raya dituntut lebih peka terhadap dinamika lingkungan dan masyarakat. Mereka harus berani mendengar keluh kesah, mengedepankan kepentingan umum, membangun timbal balik kepentingan. Sehingga kepentingan masyarakat sekitar tidak terganggu. Demikian Ketua Komisi C DPRD Kubu Raya, Agus Sudarmasyah seusai mengunjungi pabrik PT. Alas Kusuma, Kamis (29/7).Menurutnya, beberapa hari belakangan, Komisi C DPRD Kubu Raya melakukan sidak ke sejumlah pabrik-pabrik di Kabupaten Kubu Raya. Tujuannya untuk melihat aktivitas pabrik, terutama berkaitan dengan pengelolaan limbah. ”Kita ingin mengetahui kemana limbah pabrik tersebut terbuang,” ucapnya.

Komisi C DPRD Kubu Raya melihat pengawasan ini dilakukan dengan mematuhi undang-undang no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Oleh karena itu upaya preventif dalam rangka pengendalian dampak lingkungan hidup perlu dilaksanakan. Caranya dengan memperdayagunakan secara maksimal pabrik tersebut. Beruntung, pabrik-pabrik dikunjungi memenuhi  baku mutu disyaratkan.Dewan sendiri siap berada di garda terdepan apabila ada perusahaan tidak patuh lingkungan. Mereka siap memberikan teguran sesuai amanat undang-undang lingkungan. Sebab, selama ini produktifitas tidak jarang mengenyampingkan isu lingkungan. Karenanya, kalangan industri harus memperhatikan dampaknya termasuk input produksi dengan konsep green productivity (produksi hijau). “Peningkatkan produktivitas perusahaan tanpa memperhatikan dampak lingkungan inilah yang terus kita sorot,” katanya.Perusahaan-perusahaan di wilayah Kubu Raya memperhatikan lingkungan secara baik. Karenanya elemen air, udara harus tetap steril dan sebebas-bebasnya dihirup manusia. Pihaknya tak akan segan-segan mempersoalkannya ke masalah hukum seandainya ada perusahaan merusak lingkungan.(den)

 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    Z2A9Y
   
 
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
SUDAH tiga kali saya Idul Fitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. D ...
Other
 
   
Home Utama Senyum Simpol Metropolis Politik Ekonomi Hiburan Kalbar Olahraga Teknologi Agama Rubrik