PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Mulyadi meminta sekolah mengistirahatkan sementara siswa yang mengalami kesurupan di sekolah terpadu. Dimaksudkan agar siswa tidak kontak dulu dengan yang lain dan lebih siap mental ketika kembali ke sekolah.“Saya sudah mendapat laporan tentang kejadian kesurupan tersebut dan sudah meminta bidang teknis untuk mengecek yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ujar Mulyadi, Kamis (29/7).Terjadinya kesurupan di sekolah bukan pertama kalinya terjadi di Kota Pontianak. Menurut Mulyadi, berdasarkan data dan laporan yang ada, sebelumnya pernah terjadi peristiwa kesurupan di sekolah menengah kejuruan dan menengah atas lainnya. Bahkan pada satu SMK terjadi kesurupan selama seminggu. “Tetapi bisa diatasi. Jadi masyarakat tidak perlu merasa khawatir,” kata Mulyadi.
Peristiwa kesurupan ini juga tidak membuat peminat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut menjadi surut. Bahkan peminatnya terus bertambah setiap tahun seiring dengan meningkatnya kualitas sekolah. Selain meminta siswa yang kesurupan beristirahat sementara waktu, Mulyadi juga mengimbau pihak sekolah melakukan pendekatan spiritual. Salah satunya dengan melaksanakan yasinan bersama serta memperkuat mental para siswanya. Sebab diperkirakan kesurupan terjadi saat mental siswa melemah dan pikirannya dalam keadaan kosong. “Kami berupaya membantu mencari solusinya agar peristiwa ini tidak berkelanjutan. Karena dapat mengganggu proses belajar mengajar,” ujarnya. (uni)