Jum'at, 10 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Metropolis     Arsip Berita    Buku tamu         
LOGIN   |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
   
Sabtu, 23 Agustus 2008 , 02:33:00

Sambas,- Sulitnya memperoleh pupuk, khususnya jenis urea, di Kabupaten Sambas tidak boleh dibiarkan berlarut. Demikian harapan disampaikan Firman, salah seorang petani di daerah Tebas, kepada Pontianak Post kemarin, saat berada di Sambas. “Karena dampaknya sangat dirasakan oleh petani. Tanaman yang dipupuk dengan tidak tampak jelas sekali perbedaan pertumbuhannya,” ungkapnya. Akibatnya, tukas Firman, lambatnya pertumbuhan tanaman berimbas terhadap produksi. Misalnya jeruk, katanya, jika dipupuk secara terartur maka buah yang dihasilkan relatif lebih besar dibandingkan apabila dibiarkan begitu saja. Sementara harga buah jeruk yang tergantung pada ukuran. ”Tanaman padi pun seperti itu,” imbuhnya.

Hal senada juga diutarakan Aswan, salah seorang pertani di daerah Sejangkung. Ia mengaku dua tahun terkahir ini tidak memberikan pupuk secara optimal kepada lahan sawah miliknya. “Karena sekarang membeli pupuk harus dijatah. Setiap petani paling hanya kebagian sekarung dan bahkan kurang dari itu,” tandasnya. Dede Selamet SH, salah satu penyalur pupuk di Kabupaten Sambas untuk wilayah pesisir, menjelaskan bahwa qouta urea yang dialokasikan untuk daerah ini tak sebanding dengan petani. Karena itu, katanya, tak heran apabila selalu ada petani yang mengeluhkan tak kebagian atau hanya mendapat secuil dari setiap pendistribusian pupuk dilakukan. Makanya mulai tahun depan, ungkap Dede, Pemkab Sambas hendaknya ikut mendukung pengusulan penambahan jatah urea bersubdisi untuk wilayah Kabupaten Sambas. “Nah jika qoutanya cukup, tinggal pengawasan distribusinya yang ditingkatkan.

Jadi, kalau seperti sekarang, memang Kita tidak bisa berbuat banyak.,” ujarnya Sementara petani yang dihadapi penyalur, tukas Dede, umumnya tidak mengetahui pesoalan yang sedang dihadapi. Tak jarang distributor menjadi bulan-bulanan petani yang tidak kebagian. “Setelah dijelaskan akar permasalahan barulah mereka mengerti. Tapi tidak sedikit juga yang tak mau ambil tahu dan tetap saja ngotot,” paparnya. Menurut Dede sebenarnya pemerintah ikut berperan menjelaskan petani tentang penggunaan pupuk untuk tanaman. Mengingat saat ini terdapat sejumlah jenis pupuk nitrogen selain urea yang juga cukup efektif. “Nah, urea itukan sudah terlanjur akrab dengan petani Kita,” tandasnya.(mur)
 
M. Darwin Minggu, 24 Agustus 2008 , 02:35:34
Ini semua tanggung jawab pemerintah, bagaimana pupuk yang demikian penting bagi petani kita, bisa hilang dari pasaran, seharusnya pemerintah selaku abdi masyarakat segera merespon dengan tindakan-tindakan yang diperlukan, buat investigasi di lapangan identifikasi masalahnya dan cari solusi terbaiknya gitu aja koq repot...
iza kurniawi Minggu, 24 Agustus 2008 , 02:35:34
ganti dengan tankos kelapa sawit jak pupuknye, biar irit onkos!dengan tankos tanaman jadi sehat!
ehe Minggu, 24 Agustus 2008 , 02:35:34
Bukan hanya di daerah sambas saja yang mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi...kami mengharap kebijakan pemerintah tidak terlalu mempersulitkan petani untuk mendapatkan pupuk yang bersubsudi dan menindak tegas para pelaku penjualan pupuk bersubsidi yg tidak memeiliki izin.
Panggah Santoso Minggu, 24 Agustus 2008 , 02:35:34
sudah saatnya paemerintah daerah setempat harus memperhatikan nasib dan kebutuhan rakyat petani. Karena itu sudah merupakan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai aparat pemerintah...
elwin dian riswanda Minggu, 24 Agustus 2008 , 02:35:34
Memang Kelangkaan Pupuk menjadi tanggung Jawab Pemerintah, namun juga yang sangat-sangat perlu di perhatikan adalah Niat baik para Distributor untuk tidak menyelewengkan Pupuk BERSUBSIDI ke perkebunan atau perusahaan lain
 
(5) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    U0T9J
   
 
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
SUDAH tiga kali saya Idul Fitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. D ...
Other
 
   
Home Utama Senyum Simpol Metropolis Politik Ekonomi Hiburan Kalbar Olahraga Teknologi Agama Rubrik